Translate

Rabu, 18 September 2024

Apa hasil yang diharapkan dari penyelenggaraan Sekolah Inklusif ?

Penyelenggaraan sekolah inklusif bertujuan untuk mencapai berbagai hasil positif yang berdampak pada siswa dengan kebutuhan khusus, siswa lainnya, guru, dan masyarakat luas. 

Berikut adalah beberapa hasil yang diharapkan dari penyelenggaraan sekolah inklusif:

Bagi Siswa dengan Kebutuhan Khusus

  1. Akses Pendidikan yang Setara:
    • Semua siswa, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus, mendapatkan akses yang setara terhadap pendidikan berkualitas.
  2. Perkembangan Akademis:
    • Siswa dengan kebutuhan khusus dapat mencapai potensi akademis mereka melalui kurikulum yang disesuaikan dan metode pengajaran yang inklusif.
  3. Perkembangan Sosial dan Emosional:
    • Siswa belajar berinteraksi dengan teman sebaya dalam lingkungan yang suportif, membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang penting.
  4. Kemandirian dan Kepercayaan Diri:
    • Melalui pengalaman belajar yang positif, siswa dengan kebutuhan khusus dapat mengembangkan kemandirian dan kepercayaan diri yang lebih besar.

Bagi Siswa Lainnya

  1. Pemahaman dan Toleransi:
    • Siswa belajar tentang keragaman dan pentingnya inklusi, mengembangkan sikap toleran dan empatik terhadap teman-teman dengan kebutuhan khusus.
  2. Keterampilan Sosial:
    • Interaksi dengan teman sebaya yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial yang lebih baik.

Bagi Guru dan Staf Sekolah

  1. Peningkatan Profesionalisme:
    • Guru dan staf mendapatkan pelatihan dan pengalaman dalam mengajar siswa dengan beragam kebutuhan, meningkatkan keterampilan dan profesionalisme mereka.
  2. Kreativitas dalam Pengajaran:
    • Guru didorong untuk mengembangkan metode pengajaran yang inovatif dan adaptif, yang bermanfaat bagi semua siswa.

Bagi Masyarakat

  1. Penerimaan Sosial:
    • Sekolah inklusif membantu mengubah persepsi masyarakat terhadap disabilitas, meningkatkan penerimaan sosial dan mengurangi stigma.
  2. Pemberdayaan Komunitas:
    • Pendidikan inklusif berkontribusi pada pembangunan komunitas yang lebih inklusif dan ramah bagi semua anggotanya.

Bagi Sistem Pendidikan

  1. Peningkatan Kualitas Pendidikan:
    • Implementasi pendidikan inklusif mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan, karena fokus pada kebutuhan individual siswa.
  2. Kebijakan dan Praktek yang Lebih Adil:
    • Pendidikan inklusif mendorong pengembangan kebijakan dan praktek pendidikan yang lebih adil dan merata, memastikan semua siswa mendapatkan hak mereka untuk belajar.

Jangka Panjang

  1. Kesetaraan Peluang:
    • Dalam jangka panjang, pendidikan inklusif membantu menciptakan masyarakat di mana semua individu, terlepas dari perbedaan mereka, memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan sukses.
  2. Kemandirian dan Partisipasi Aktif:
    • Siswa yang mendapatkan pendidikan inklusif lebih mungkin untuk menjadi individu yang mandiri dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik di masyarakat.

Dengan mencapai hasil-hasil ini, sekolah inklusif berkontribusi secara signifikan pada pembangunan masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Sarana dan Prasarana Sekolah Inklusif

Sarana dan prasarana apa saja yang harus dipersiapkan sekolah untuk menyelenggarakan sekolah inklusif ?

Untuk menyelenggarakan sekolah inklusif, sekolah harus mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana yang mendukung kebutuhan semua siswa, termasuk siswa dengan disabilitas atau kebutuhan khusus. Berikut adalah beberapa sarana dan prasarana yang harus dipersiapkan:

Sarana dan Prasarana Fisik

  1. Aksesibilitas Gedung dan Lingkungan Sekolah:

    • Ramp dan Lift: Akses ke semua lantai bagi siswa yang menggunakan kursi roda.
    • Toilet Khusus: Toilet yang dirancang untuk siswa dengan disabilitas, dilengkapi dengan pegangan dan ruang yang cukup untuk kursi roda.
    • Jalur Pandu dan Tanda Arah: Jalur pandu taktil untuk siswa dengan gangguan penglihatan dan tanda arah yang jelas di seluruh area sekolah.
  2. Ruang Kelas Inklusif:

    • Pengaturan Tempat Duduk: Ruang yang cukup untuk siswa dengan kursi roda dan pengaturan tempat duduk yang fleksibel.
    • Meja dan Kursi yang Disesuaikan: Meja dan kursi yang bisa disesuaikan tingginya untuk memenuhi kebutuhan siswa dengan disabilitas fisik.
    • Alat Bantu Pengajaran: Papan tulis yang dapat diakses, proyektor, dan alat bantu visual lainnya yang dapat digunakan oleh semua siswa.
  3. Ruang Terapi dan Konseling:

    • Ruang Terapi: Ruang khusus untuk terapi fisik, okupasi, atau terapi wicara.
    • Ruang Konseling: Ruang untuk konseling psikologis dan dukungan emosional.

Sarana dan Prasarana Non-Fisik

  1. Sumber Daya Pendidikan:

    • Buku dan Materi Belajar Braille: Buku teks dan materi pembelajaran dalam format Braille untuk siswa dengan gangguan penglihatan.
    • Materi Audio dan Video: Materi pembelajaran dalam format audio dan video untuk mendukung berbagai gaya belajar.
    • Komputer dan Teknologi Adaptif: Komputer dengan perangkat lunak pembaca layar, perangkat lunak pembesaran layar, dan teknologi lain yang mendukung aksesibilitas.
  2. Pelatihan Guru dan Staf:

    • Pelatihan Khusus: Pelatihan bagi guru dan staf sekolah tentang metode pengajaran inklusif, manajemen kelas inklusif, dan penggunaan teknologi asistif.
    • Pendampingan dan Supervisi: Sistem pendampingan dan supervisi untuk memastikan guru dapat menerapkan metode inklusif dengan efektif.
  3. Kurikulum dan Evaluasi:

    • Kurikulum Adaptif: Kurikulum yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap siswa, termasuk siswa dengan kebutuhan khusus.
    • Evaluasi yang Fleksibel: Metode evaluasi yang fleksibel, seperti ujian lisan, proyek, atau presentasi, yang memungkinkan siswa menunjukkan pemahaman mereka dengan cara yang berbeda.

Dukungan Psikososial dan Keterlibatan Orang Tua

  1. Dukungan Psikososial:

    • Program Konseling: Program konseling untuk mendukung kesejahteraan emosional dan sosial siswa.
    • Kelompok Dukungan: Kelompok dukungan bagi siswa dengan kebutuhan khusus dan keluarga mereka.
  2. Keterlibatan Orang Tua:

    • Komunikasi Rutin: Komunikasi rutin dengan orang tua tentang perkembangan anak mereka.
    • Pelibatan dalam Program Sekolah: Melibatkan orang tua dalam perencanaan dan pelaksanaan program inklusif di sekolah.

Kolaborasi dengan Ahli dan Lembaga Lain

  1. Kolaborasi dengan Ahli:

    • Spesialis Pendidikan Khusus: Kolaborasi dengan spesialis pendidikan khusus untuk mendapatkan saran dan bimbingan.
    • Terapi Profesional: Bekerjasama dengan profesional terapi seperti terapis fisik, terapis okupasi, dan terapis wicara.
  2. Kerjasama dengan Lembaga Lain:

    • Lembaga Pemerintah dan Non-Pemerintah: Bekerjasama dengan lembaga pemerintah dan non-pemerintah yang bergerak di bidang pendidikan inklusif untuk mendapatkan dukungan dan sumber daya tambahan.

Dengan mempersiapkan sarana dan prasarana ini, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung bagi semua siswa, memastikan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.

Dasar Hukum Penyelenggaraan Sekolah Inklusif di Indonesia

Dasar hukum penyelenggaraan sekolah inklusif di Indonesia diatur dalam berbagai peraturan dan undang-undang. Berikut adalah beberapa dasar hukum penting yang mendukung penyelenggaraan sekolah inklusif di Indonesia:

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas):

    • Pasal 5 Ayat 1 menyatakan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.
    • Pasal 32 Ayat 1 menyatakan bahwa pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.
  2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas:

    • Pasal 10 menyatakan bahwa pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat wajib menjamin terselenggaranya pendidikan inklusif pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan bagi penyandang disabilitas.
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2020 tentang Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas:

    • Peraturan ini mengatur tentang penyediaan akomodasi yang layak dalam pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas untuk mendukung pendidikan inklusif.
  4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan/atau Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa:

    • Peraturan ini mengatur tentang penyelenggaraan pendidikan inklusif di sekolah umum untuk peserta didik dengan kebutuhan khusus dan yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa.
  5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 72 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Layanan Khusus:

    • Mengatur tentang penyelenggaraan pendidikan yang memberikan layanan khusus bagi peserta didik yang berada dalam situasi khusus termasuk peserta didik penyandang disabilitas.
  6. Peraturan Daerah (Perda) di Berbagai Provinsi dan Kabupaten/Kota:

    • Beberapa daerah di Indonesia juga telah mengeluarkan peraturan daerah yang mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif, menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lokal.

Peraturan-peraturan tersebut merupakan kerangka hukum yang memastikan bahwa setiap anak, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, mendapatkan hak mereka untuk memperoleh pendidikan yang layak dan inklusif di Indonesia.

Selasa, 17 September 2024

Apa itu Sekolah Inklusif ?

 Sekolah inklusif di Indonesia adalah sekolah yang menyelenggarakan pendidikan untuk semua anak, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus atau disabilitas. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua anak, tanpa memandang perbedaan fisik, mental, sosial, emosional, bahasa, atau kemampuan lainnya, mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang dalam lingkungan yang suportif dan ramah.

Berikut adalah beberapa poin penting mengenai sekolah inklusif di Indonesia:

  1. Kebijakan dan Regulasi: Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai regulasi untuk mendukung pendidikan inklusif, seperti Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa.

  2. Pelatihan Guru: Guru di sekolah inklusif biasanya mendapatkan pelatihan khusus untuk mengajar anak-anak dengan kebutuhan khusus. Ini termasuk pelatihan dalam metode pengajaran yang berbeda, adaptasi kurikulum, serta penggunaan alat bantu dan teknologi pendidikan.

  3. Kurikulum dan Metode Pengajaran: Kurikulum di sekolah inklusif diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan semua siswa. Metode pengajaran juga fleksibel, memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang paling efektif bagi mereka.

  4. Fasilitas dan Infrastruktur: Sekolah inklusif dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung kebutuhan anak-anak dengan disabilitas, seperti aksesibilitas fisik (ramp, toilet khusus), alat bantu belajar, dan ruang terapi.

  5. Dukungan Psikologis dan Sosial: Selain pendidikan akademis, sekolah inklusif juga menyediakan dukungan psikologis dan sosial untuk membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus beradaptasi dan berkembang dalam lingkungan sekolah.

  6. Partisipasi Orang Tua: Orang tua dari anak-anak dengan kebutuhan khusus biasanya dilibatkan secara aktif dalam proses pendidikan. Mereka bekerja sama dengan guru dan staf sekolah untuk merancang dan mengimplementasikan program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

  7. Tantangan dan Hambatan: Meskipun banyak upaya telah dilakukan, masih ada tantangan dalam penerapan pendidikan inklusif di Indonesia, seperti kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang pendidikan inklusif, keterbatasan sumber daya, dan sikap diskriminatif.

Beberapa sekolah di Indonesia yang dikenal dengan program inklusifnya antara lain:

  • SLB (Sekolah Luar Biasa) yang mulai mengadopsi konsep inklusif.
  • Sekolah-sekolah umum yang membuka kelas inklusif atau menerima siswa dengan kebutuhan khusus.
  • Sekolah swasta tertentu yang memiliki program inklusif khusus.

Pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan berbagai komunitas terus bekerja sama untuk memperbaiki dan mengembangkan sistem pendidikan inklusif di Indonesia agar semakin banyak anak dengan kebutuhan khusus yang mendapatkan hak pendidikan mereka secara penuh.


Kamis, 30 November 2023

MENGAPA KURIKULUM HARUS BERUBAH

 PERUBAHAN KURIKULUM DI INDONESIA

Pendahuluan

Kurikulum merupakan inti dari proses pendidikan. Kurikulum merupakan bidang yang paling langsung berpengaruh terhadap hasil pendidikan. (Sukmadinata, 2012: 158). Kurikulum sangat menentukan proses danhasil suatu sistem pendidikan. Kurikulum juga bisa berfungsi sebagai media untuk mencapai tujuan sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengajaran pada semua jenis dan semua tingkat pendidikan (Arifin, 2011: 25).Indonesia telah banyak mengalami perubahan kurikulum, di antaranya kurikulum 1947, 1964, 1968, 1973, 1975, 1984, 1994, 1997, 2004, 2006, dan ter-

akhir 2013. Perubahan kurikulum sering dipengaruhi oleh faktor politik. Contoh- nya kurikulum 1964 disusun untuk meniadakan MANIPOL-USDEK, kurikulum 1975 digunakan untuk memasukkan Pendidikan Moral Pancasila, dan kurikulum 1984 digunakan untuk memasukkan mata pelajaran Pendidikan Sejarah Per- juangan Bangsa (PSPB). Kurikulum 1994, di samping meniadakan mata pelajaran PSPB juga untuk mengenalkan kurikulum SMU yang menjadikan pendidikan umum sebagai pendidikan persiapan ke perguruan tinggi. (Soedijarto, 2011: 25).

Pendidikan masa depan perlu dirancang guna menjawab harapan dan tantangan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Sistem pendidikan yang di- bangun tersebut perlu berkesinambungan dari pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi (Badan Penelitian Diknas, 2014: 12), sehingga ditemukan solusi kurikulum pendidikan yang tepat.

Perubahan Kurikulum

Pengertian Perubahan Kurikulum

Secara akademis, kurikulum setidaknya mencakup empat komponen utama: 1) Tujuan-tujuan pendidikan yang ingin dicapai. 2) Pengetahuan, ilmu- ilmu, data-data, aktivitas-aktivitas dan pengalaman dari mana-mana. 3) Metode dan cara-cara mengajar dan bimbingan yang diikuti murid-murid untuk men- dorong mereka kepada yang dikehendaki dan tujuan-tujuan yang dirancang. 4) Metode dan cara penilaian yang digunakan dalam mengukur dan menilai hasil proses pendidikan yang dirancang dalam kurikulum (Langgulung, 2003:176).

Kaitannya dengan perubahan kurikulum, Soetopo dan Soemanto (1991: 38) menyatakan bahwa suatu kurikulum disebut mengalami perubahan bila ter- dapat adanya perbedaan dalam satu atau lebih komponen kurikulum antara dua periode tertentu, yang disebabkan oleh adanya usaha yang disengaja.

Sedangkan menurut Nasution (2009: 252), perubahan kurikulum mengenai tujuan maupun alat-alat atau cara-cara untuk mencapai tujuan itu. Mengubah kuri- kulum sering berarti turut mengubah manusia, yaitu guru, pembina pendidikan, dan mereka-mereka yang mengasuh pendidikan. Itu sebab perubahan kurikulum dianggap sebagai perubahan sosial, suatu social change. Perubahan kurikulum juga disebut pembaharuan atau inovasi kurikulum.

Dari defenisi di atas, dapat disimpulkan bahwa perubahan kurikulum ber- arti adanya perbedaan dalam satu atau lebih komponen kurikulum antara periode tertentu, yang disebabkan oleh adanya usaha yang disengaja.mengubah semua yang terlibat di dalamnya, yaitu guru, murid, kepala sekolah, pemilik sekolah, juga orang tua dan masyarakat umumnya yang berkepentingan dalam pendidikan.

Kurikulum merupakan inti dari proses pendidikan di sekolah. Pelaksanaan kurikulum langsung berpengaruh terhadap hasil pendidikan. Kurikulum sangat menentukan proses dan hasil suatu sistem pendidikan. Kurikulum juga bisa ber- fungsi sebagai media untuk mencapai tujuan sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengajaran pada semua jenis dan semua tingkat pendidikan.

Apa pentingnya perubahan Kurikulum?

Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman. Kurikulum yang baik adalah Kurikulum yang sesuai dengan zamannya, dan terus dikembangakan atau diadaptasi sesuai dengan konteks dan karaktersistik peserta didik demi membangun kompetensi sesuai dengan kebutuhan mereka kini dan masa depan.

Mengapa kurikulum harus berubah ?

Kurikulum ya memang harus berubah. Mengapa ? tentu saja untuk menjawab tantangan zaman. Kurikulum tidak dapat dipergunakan dalam satu waktu terus menerus karena dunia terus berubah. Maka dunia pendidikan sebagai pilar utama dalam membangun dan mendidik generasi harus pula turut berubah.

Kurikulum harus selalu berubah agar sesuai dengan perkembangan zaman, Selain itu kurikulum juga harus mempertimbangkan kebutuhan belajar murid. Sebagai contoh, zaman saya sekolah komputer baru dipelajari pada masa SMA, itupun hanya sebatas menyalakan, memetikan dan mengetik saja. Coba lihat anak sekarang, mereka sudah lahir dengan teknologi di tangannya. Bayi saja sudah pandai memainkan layar gawai. Itulah mengapa kurikulum juga harus berubah, agar kita dapat menyiapkan generasi yang akan datang yang visioner dan mampu memandang ke depan.

Terima kasih.

( agus. 3108 )

Senin, 15 Februari 2021

Cara rekam meeting di google meet mudah dan tidak perlu aplikasi tambahan.

 Berikut ini cara merekam meeting di Google Meet dengan mudah dan tanpa aplikasi tambahan.

Merekam kegiatan saat meeting online diperlukan untuk sebagaian orang.

Dengan merekamnya, maka kita bisa memutar kembali untuk menyimak informasi yang sudah disampaikan saat meeting. Kita bisa mencatat kembali informasi yang mungkin terlewat.


Beberapa aplikasi telekonferensi pun telah menyediakan fitur perekaman tersebut seperti Zoom.

Namun, berbeda dengan aplikasi meeting online Google Meet.

Para pengguna biasanya menggunakan aplikasi pihak ketiga lainnya seperti OBS Studio atau yang lainnya.

Tapi kamu tahu tidak? ternyata bisa lho merekam video di platform Google Meet tanpa perlu menggunakan aplikasi.

Penasaran bagaimana cara untuk melakukannya?

Berikut cara mudah agar kamu bisa merekam meeting online di Google Meet tanpa aplikasi beserta syaratnya.


Cara Merekam Ruang di Meeting Google Meet

Sebelum melakukan perekaman, perlu diingat bahwa kemampuan merekam ruang meeting di Google Meet baru hanya tersedia untuk versi PC saja.

Jadi untuk kamu yang menggunakan Meet di smartphone, kamu hanya bisa mengetahui apakah meeting sedang direkam oleh orang lain atau tidak.


Nah, langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah membuka Google Meet via browser atau aplikasi.

Setelah itu kamu bisa langsung memulai ruang rapat terlebih dahulu.

Kemudian, masuk lah dengan akun Google yang kamu miliki.

Jika sudah, pilih menu 'Lainnya' dan kamu bisa langsung pilih saja 'Record Meeting'.

Kamu pun bisa langsung merekamnya dan untuk memberhentikannya, kamu hanya perlu kembali ke menu 'Lainnya' dan klik 'Berhenti' dan nantinya video akan tersimpan otomatis di Google Drive.


Cukup mudah bukan untuk dilakukan? tapi tunggu dulu, sebab ada beberapa syarat yang perlu kamu penuhi jika masih belum menemukan fitur 'Meeting Record' di Google Meet.

Inilah syarat-syarat dari Google yang harus kamu ikuti.


Syarat Bisa Merekam Video di Google Meet

Tidak seperti Zoom yang siapa saja bisa langsung menyalakan fitur 'Rekam'.

Di Google Meet ada beberapa syarat terlebih dahulu yang harus dipenuhi.


Pada platform tersebut, Google menetapkan aturan bahwa hanya ada 3 pengguna yang bisa menyalakan fitur perekaman, yaitu:

1. Penyelenggara Rapat

2. Bagian Penyelenggara Rapat

3. Pembicara yang login dengan menggunakan Google Workspace

Selain itu syarat untuk bisa merekam ruang meeting di Google Meet juga hanya bisa dilakukan oleh para pengguna yang masuk memakai akun G Suite.

Perlu diketahui bahwa akun G Suite itu berbeda dengan akun Gmail yang mungkin sudah kamu miliki.

Berikut akun-akun G Suite yang bisa digunakan untuk merekam meeting room:

- G Suite For Education

- G Suite For Enterprise for Education

- Essentials

- Enterprise Essentials

- Enterprise Standard

- Enterprise Plus Edition

- Business Standard

- Business Plus

(*/YNN)

Artikel ini telah tayang di Nextren.grid.id dengan judul "Cara Mudah Rekam Meeting Online di Google Meet Tanpa Aplikasi Tambahan"

( agus.3108 )


Aplikasi Untuk Pembelajaran Tatap Muka Secara Virtual / Rapat Online Lewat Ponsel

1. WhatsApp

Aplikasi yang pertama adalah WhatsApp.

WhatsApp (WA) mulanya hanyalah aplikasi yang digunakan untuk berbalas pesan singkat dan foto.


Seiring perkembangan zaman, WhatsApp juga dilengkapi dengan fitur video call.

Fitur ini bisa digunakan pada smartphone berbasis Android dan iOS secara gratis.

Sebagai informasi, fitur video call WhatsApp hanya bisa digunakan maksimal empat orang dalam satu panggilan (termasuk pengguna).


2. Skype

Skype merupakan aplikasi percakapan berbasis suara dan video besutan Microsoft.

Aplikasi ini memungkinkan hingga 25 orang bertatap muka secara virtual dalam satu kali panggilan.

Berbeda dengan beberapa aplikasi lain, Skype bisa diakses dari beragam perangkat.

Termasuk mencakup komputer (PC dan laptop), smartphone, hingga smartTV.


Skype juga bisa digunakan sebagai media percakapan berbasis teks, baik secara individu maupun grup.

Aplikasi ini juga mendukung layanan panggilan suara berbayar ke nomor ponsel atau telepon rumah.


3. Zoom

Yang ketiga ada aplikasi Zoom.

Zoom adalah aplikasi percakapan yang bisa pula digunakan untuk video conference.

Aplikasi ini bisa menampung hingga 100 orang dalam satu panggilan video.

Zoom telah dibekali dengan sejumlah fitur mumpuni untuk kemudahan pertemuan tatap muka secara online.

Misalnya fitur membagi layar pengguna ke para peserta (screen sharing), serta dukungan Google Drive, Dropbox, dan Box untuk berbagi dokumen dan foto.


Ada pula fitur yang memungkinkan pengguna mengundang partisipan berdasarkan nomor telepon hingga e-mail.


4. Imo

Selanjutnya ada aplikasi Imo.

Imo memungkinkan penggua untuk berkomunikasi dengan kontak yang tersimpan pada perangkat.

Termasuk kontak sosial media seperti Facebook, Skype hingga Steam.

Menariknya lagi, Imo tetap lancar meski diakses pada jaringan 3G sekalipun.

Sama seperti tiga aplikasi sebelumnya, Imo bisa diakses secara gratis.


5. Google Meet

Google memiliki aplikasi percakapan online bernama Hangouts Meet.

Aplikasi Google Meet mampu menampung hingga 250 pengguna sekaligus dalam sekali panggilan video.

Google Meet sebenarnya berbayar, namun hingga 1 Juni 2020 pengguna bisa mengaksesnya secara gratis.

Karena di bawah naungan Google, aplikasi ini dibekali dengan sejumlah fitur Google.

Termasuk bisa menampilkan captions secara otomatis dengan teknologi text-to-speec, serta jadwal meeting yang terintegrasi dengan Google Calendar.

Pengguna Google Meet juga bisa mengundang orang lain untuk bergabung dalam sebuah ruangan meeting online.

Caranya mudah, cukup dengan memasukkan "Meeting code" yang diberikan oleh penyelenggara percakapan video.


6. Google Duo

Google Duo adalah aplikasi obrolan video yang dikembangkan oleh Google.

Aplikasi ini telah tersedia untuk sistem operasi Android dan iOS.

Google Duo memungkinkan pengguna melakukan panggilan video dalam definisi tinggi.

Hal ini dioptimalkan untuk jaringan bandwidth rendah.

Google Duo memungkinkan pengguna untuk melakukan panggil seseorang yang ada pada daftar kontak mereka.

Aplikasi ini secara otomatis beralih antara Wi-Fi dan jaringan seluler.

Fitur "Knock Knock" memungkinkan pengguna melihat pratinjau langsung dari penelepon sebelum menjawab.


7. Slack

Yang ketujuh ada aplikasi Slack.

Aplikasi percakapan berbasis grup ini bisa digunakan untuk berkomunikasi antar topik.

Slack juga bisa digunakan untuk berbagi dokumen dan melakukan video conference hingga maksimal 15 orang.

Sama dengan aplikasi lainnya, Slack juga telah terintegrasi dengan beberapa tools dan media sosial.

Hal itu akan memudahkan pengguna dalam mengirim file dan memantau proses kerja, seperti Google Drive, Dropbox, hingga Twitter.

Salah satu fitur menarik di Slack adalah fitur pencarian yang bisa dipakai untuk menelusuri topik atau percakapan yang sudah dilakukan sebelumnya.


8. Line

Aplikasi Line sudah lama meluncurkan fitur video call group.

Untuk bisa menggunakan fitur ini, kita harus membuat grup terlebih dahulu.

Langkah selanjutnya adalah lakukan panggilan video call seperti biasa.

Anggota grup secara otomatis akan menerima panggilan tanpa kita undang secara manual.

Namun mereka juga berhak menentukan ingin masuk dalam panggilan grup atau tidak.

Menariknya, Line memberikan filter-filter lucu yang bisa dugunakan untuk menambah keseruan saat video call.

Kita juga bisa mengubah tampilan pada layar saat lakukan panggilan.

Ada dua pilihan yaitu empat kotak sama simetris, maupun dominan salah satu kontak terlihat lebih dominan dibanding yang lain.


9. Cisco Webex Meetings

Meski terdengar asing, Cisco Webex biasa digunakan oleh sejumlah perusahaan besar.

Terutama mereka yang bertengger di daftar Fortune 500.

Jumlah partisipan maksimal yang bisa masuk ke dalam sebuah panggilan video conference bervariasi, tergantung paket berlangganannya.

Namun, jumlah maksimalnya bisa sampai 100 orang.

Fitur di aplikasi Cisco Webex mencakup screen sharing, dukungan Google Assistant dan Google Home Hub.

Selain itu juga ada fitur papan virtual untuk menggambar, fitur pengunggah dokumen, hingga fitur untuk merekam percakapan video.

( agus.3108 )


Minggu, 24 April 2016

TEKNOLOGI INFORMASI PADA BIDANG PENDIDIKAN, PEMERINTAHAN, PERBANKAN DAN KEUANGAN

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.
Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran.Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik.

Pendidikan Darurat Pasca-Bencana

KONFLIK politik dan bencana alam memperparah situasi krisis dan penderitaan berkepanjangan di Aceh. Kita masih ingat, sebelum bencana, pembakaran sejumlah sekolah di Aceh akibat konflik politik. Kini gelombang tsunami menyapu dan meluluhlantakkan sejumlah sekolah dan menghancurkan sistem pendidikan.
Anak-anak selalu menjadi korban utama dalam konflik politik maupun bencana alam. Dunia pendidikan kita, yang dalam keadaan normal masih carut marut jika dilihat dari sudut manajerial, kini kian kacau dan tidak tahu lagi harus berbuat apa saat menghadapi krisis dan darurat akibat bencana.
Situasi darurat akibat krisis politik dan bencana alam bisa terjadi di mana saja. Maka, dalam pertemuan di Dakar, Senegal, April 2000, Unesco memikirkan dan mempelajari sebuah kerangka kerja bersama bagi kelangsungan pendidikan pada masyarakat yang ditimpa krisis politik maupun bencana. Pembahasan kelangsungan pendidikan dalam situasi darurat dan krisis merupakan pengejawantahan keprihatinan atas Deklarasi Hak- hak Asasi Manusia Universal, tertuang dalam Pasal 26 Ayat (1), "Setiap orang berhak atas pendidikan. Pendidikan gratis semestinya diberikan pada tingkat dasar atau tingkat paling fundamental. Pendidikan dasar merupakan hal amat esensial dan dilindungi oleh hukum".

Rabu, 13 April 2016

KUMPULAN JUDUL PTK BK DAN MAPEL


Meningkatkan Prestasi Belajar Bidang Bimbingan Sosial Materi Tata Krama dalam Kehidupan Bermasyarakat Siswa Kelas 8.G Semester II MTs Negeri ........... dengan Bimbingan dan Konseling
B A B I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Salah satu tujuan nasional yang tersurat dalam Pembukaan UUD Republik Indonesia tahun 1945 ialah “Mencerdaskan kehidupan bangsa”. Untuk mencapai tujuan tersebut dalam ketetapan MPR RI No. II/ MPR/ 1993 Bab IV secara tersurat telah mencantumkan tujuan pendidikan nasional sebagai berikut :
Pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu mauusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, trampil, berdisiplin, beretos kerja, profesional, bertanggungjawab dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. pendidikan nasional juga harus menumbuhkan jiwa patriotik dan mempertebal rasa cinta tanah air, meningkatkan semangat kebangsaan dan kesetiakawanan Pribadi serta kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan, serta berorientasi pada masa depan. Iklim belajar dan mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan budaya belajar dikalangan masyarakat terus dikembangkan agar tumbuh sikap dan kreatif, inovatif dan berkeinginan untuk maju. (GBHN 1993:85)

Berkaitan dengan tujuan tersebut diatas maka masalah pendidikan harus mendapatkan perhatian yang lebih besar, memerlukan keterlibatan dan kerjasama beberapa pihak serta unsur yang ada didalamnya.

Meningkatkan Prestasi Belajar Melalui Bidang Bimbingan Pribadi Materi Psikologi Remaja Siswa Kelas VIII-B Semester II MTs Negeri ............ Dengan Bimbingan dan Motivasi
 
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sekolah sebagai salah satu lembaga yang menyelenggarakan pendidikan formal mempunyai peranan yang amat penting dalam usaha mendewasakan anak dan menjadikannya sebagai anggota masyarakat yang berguna. Hal ini berarti sekolah turut pula bertanggungjawab tercapainya suatu tujuan, yang telah ditetapkan.

FUNGSI BIMBINGAN DAN PENYULUHAN (BP) DALAM MENUNJANG PRESTASI BELAJAR BIDANG STUDI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn)

BAB I
PENDAHULUAN


Masalah pendidikan merupakan masalah yang sangat penting dalam kehidupan, tidak hanya sangat penting saja, bahkan sama sekali tidak bias dipisahkan dari kehidupan. Pendidikan itu mutlak sifatnya dalam kehidupan, baik dalam kehidupan bangsa dan Negara. Maju mundurnya suatu bangsa atau Negara sebagian besar ditentukan oleh mutu pendidikannya.

Peningkatan Prestasi Belajar Melalui Bidang Bimbingan Pribadi dan Sosial Materi Mengatasi stres dan depresi Siswa Kelas ............. Dengan Layanan kelompok  

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sekolah sebagai salah satu lembaga yang menyelenggarakan pendidikan formal mempunyai peranan yang amat penting dalam usaha mendewasakan anak dan menjadikannya sebagai anggota masyarakat yang berguna. Hal ini berarti sekolah turut pula bertanggungjawab tercapainya suatu tujuan, yang telah ditetapkan.

MENINGKATKAN MINAT BELAJAR BIDANG BIMBINGAN PRIBADI DAN SOSIAL MATERI MEMAHAMI TUJUAN PENDIDIKAN PADA SISWA KELAS 8.F SEMESTER I MTs NEGERI ................. DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PENGAJARAN

B A B I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Media pengajaran merupakan alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa, dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. Pengajaran yang banyak menggunakan verbalisme, tentu akan membosankan, sebaliknya pengajaran akan lebih menarik bila siswa gembira dalam belajar atau senang karena merasa tertarik dan mengerti pelajaran yang diterimanya. Dengan demikian kegiatan belajar akan lebih efektif.

PENINGKATAN PRESTASI BIDANG PENGEMBANGAN SOSIAL MATERI TATA KRAMA PERGAULAN PADA SISWA KELAS ……DI ...........
MELALUI LAYANAN ORIENTASI
TAHUN……..  

B A B I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Suatu Kegiatan layanan orientasi disebut pelayanan apabila kegiatan tersebut dilakukan melalui kontak langsung dengan sasaran pelayanan (klien/konseli) ,dan secara langsung berkenaan dengan permasalahan ataupun kepentingan tertentu yang dirasakan oleh sasaran pelayanan itu.
Oleh karena itu "Tanggung jawab pendidikan ada pada lembaga-­lembaga yang meliputi; lembaga keluarga, lembaga sekolah, lembaga masyarakat, lembaga keagamaan dan lembaga pemerintah: (Drs. M. Noor Syaln, 198(1: 19).

MENINGKATKAN MINAT BELAJAR BIDANG BIMBINGAN PRIBADI DAN SOSIAL MATERI PENTINGNYA MENGATUR WAKTU PADA SISWA KELAS................. DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN INFORMASI
TAHUN......

B A B I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pengajaran yang banyak menggunakan verbalisme, tentu akan membosankan, sebaliknya pengajaran akan lebih menarik bila siswa gembira dalam belajar atau senang karena merasa tertarik dan mengerti pelajaran yang diterimanya. Dengan demikian kegiatan belajar akan lebih efektif.
Belajar yang efektif harus dimulai dari pengalaman langsung atau pengalaman kongkrit dan menuju kepada pengalaman yang lebih abstrak. Belajar akan lebih efektif jika dibantu dengan alat peraga dalam pengajaran dari pada tanpa dibantu dengan alat pengajaran. Agar proses belajar mengajar dapat berhasil dengan baik, siswa sebaiknya diajak untuk memanfaatkan semua alat inderanya. Guru berusaha untuk menampilkan rangsangan (stimulus), yang dapat diproses dengan berbagai indera. Semakin banyak alat indera yang digunakan untuk menerima dan mengolah informasi, maka semakin besar kemungkinan informasi tersebut dimengerti dan dapat dipertahankan dalam ingatan.

Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa SMP XXX Melalui Layanan Bimbingan Konseling Dengan Cara Meningkatkan Kualitas Hubungan Guru Bimbingan Konseling Dengan Siswa Pada Tahun Pelajaran XXX

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Konseling menjadi bagian integral dari pendidikan di sekolah sejak diberlakukanya kurikulum 1975. Konseling memiliki sebutan yang beragam dan terus berkembang dari waktu ke waktu. Beberapa istilah yang lazim digunakan disekolah adalah GC (Guidance and Counseling), BP (Bimbingan dan Penyuluhan), serta BK (Bimbingan dan Konseling).  Personil yang bertugas menangani juga mendapat sebutan yang berbeda – beda seperti  guru GC, guru BP, guru BK, pembimbing dan konselor. Undang – undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 (ayat) 6, mengukuhkan sebutan konselor serta menegaskan konselor sebagai pendidik.

PENINGKATAN RANAH KOGNITIF DAN AFEKTIF PESERTA DIDIK KELAS ...... PADA MATA PELAJARAN SEJARAH MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DENGAN MODEL P A S A (PICTURES AND STUDENT ACTIVE) 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Peranan pendidikan di Indonesia menjadi prioritas utama, secara jelas di dalam UUD 1945 pada pasal 31 ayat 2 menyebutkan bahwa pemerintah mengusahakan dan penyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan undang-undang sejarah, sejalan dengan hal tersebut GBHN 1988 dinyatakan peranan pendidikan nasional yang kaitannya dengan sejarah yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia, bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras. Selain itu yang perlu digaris bawahi adalah bahwa pendidikan nasional harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta tanah air (nasionalisme) dan mempertebal semangat kebangsaan (patriotisme).

Penerapan Gabungan Metode Ceramah Dengan Metode Simulasi Untuk Meningkatakan Prestasi Belajar Sejarah Pada Siswa Kelas …………. SDN …………… Kec. …………… Kab. ……………. Tahun 2005/2006
 

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Metode mengajar yang guru gunakan dalam setiap kali pertemuan kelas bukanlah asal pakai, tetapi telah melalui seleksi yang berkesesuaian dengan perumusan tujuan intruksional khusus. Jarang sekali terlihat guru merumuskan tujuan hanya dengan satu rumusan, tetapi pasti guru merumuskan lebih dari satu tujuan. Karenanya, guru pun selalu menggunakan metode yang lebih dari satu. Pemakaian metode yang satu digunakan unutk mencapai tujuan yang satu, sementara penggunaan metode yang lain, juga digunakan untuk mencapai tujuan yang lain. Begitulah adanya, sesuai dengan kehendak tujuan pengajaran yang telah dirumuskan.

Penerapan Gabungan Metode Ceramah Dengan Metode Sumbang Saran Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Sejarah Pada Siswa Kelas …………………Tahun Pelajaran

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kualitas pendidikan, sebagai salah satu pilar pengembangan sumberdaya manusia yang bermakna, sangat penting bagi pembangunan nasional. Bahkan dapat dikatakan masa depan bangsa bergantung pada keberadaan pendidikan yang berkualitas yang berlangsung di masa kini. Pendidikan yang berkualitas hanya akan muncul dari sekolah yang berkualitas. Oleh sebab itu, upaya peningkatan kualitas sekolah merupakan titik sentral upaya menciptakan pendidikan yang berkualitas demi terciptanya tenaga kerja yang berkualitas pula. Dengan kata lain upaya peningkatan kualitas sekolah adalah merupakan tindakan yang tidak pernah terhenti, kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi apapun.

Meningkatkan Prestasi Belajar Pengetahuan Sosial Melalui Gabungan Metode Ceramah Dengan Metode Belajar Aktif Model Pengajaran Autentik Pada Siswa Sekolah Dasar

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam menggunakan metode terkadang guru harus menyesuaikan dengan kondisi dan suasana kelas. Jumlah anak mempengaruhi penggunaan metode. Tujuan instruksional adalah pedoman yang mutlak dalam pemilihan metode. Dalam perumusan tujuan, guru perlu merumuskannya dengan jelas dan dapat diukur. Dengan begitu mudahlah bagi guru menentukan metode yang bagaimana yang dipilih guna menunjang pencapaian tujuan yang telah dirumuskan tersebut.

Upaya Meningkatkan Kelincahan dan Kecepatan Dalam Bermain Sepak Bola Pada Siswa Kelas…tahun pelajaran …..

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sepakbola adalah salah satu jenis olah raga yang sangat digemari orang seluruh dunia. Olah raga ini sangat universal. Selain digemari orang laki-laki olah raga ini juga digemari para perempuan tidak hanya tua muda bahkan anak-anak Sejak tahun 1990 an olah raga ini mulai digunakan untuk para wanita meskipun sebelumnya olah raga ini hanya diperuntukkan bagi kaum pria.
Olah raga ini melibatkan 11 orang dalam satu teamnya. Untuk menjadi pemenang dalam suatu pertandingan harus melawan satu team lainnya. Lapangan . para pemain sepak bola memperebutkan sebua bola untuk dimasukkan ke dalam gawang yang dijaga seorang penjaga gawang (goal keeper)

Upaya Pengembangan Prestasi Olah Raga di Kelas…, .. Melalui Metode Eksperimen Tahun Pelajaran…..

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Banyak orang salah menafsirkan bahwa mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan di sekolah sama dengan proses penciptaan prestasi di bidang olah raga. Kesalahan tafsir ini menimbulkan kesalahan juga dalam metode atau cara mengajarkan pendidikan jasmani di sekolah. Padahal, antara pendidikan jasmani dan prestasi olah raga sama-sama memiliki metode dan target namun metode dan targetnya agak berbeda. Meski begitu, pendidikan jasmani bisa dijadikan sebagai awal dari dimulainya metode atau proses penciptaan sebuah prestasi olah raga di sekolah, yang boleh jadi bisa dilanjutkan menjadi sebuah proses penciptaan prestasi secara nasional.

Memperkenalkan Teknik Dasar Start Jongkok Melalui Metode Ceramah Pada Siswa …………… Tahun Pelajaran………..

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Olahraga menyehatkan! Inilah ungkapan masyarakat. Masyarakat meyakini benar manfaat olahraga bagi kesehatan. Tetapi bagaimana olahraga dapat menyehatkan dan berapa berat orang harus melakukan olahraga untuk menjadi lebih sehat? Inilah masalah yang perlu diperjelas bagaimana tata-hubungan antara olahraga dengan kesehatan, bagaimana cara melakukan olahraga untuk kesehatan dan berapa berat olahraga harus dilakukan agar orang menjadi lebih sehat. Perlu diketahui bahwa pada awal abad 21 usia harapan hidup diperkirakan mencapai 70 tahun. Hal ini akan meningkatkan jumlah orang usia lanjut, yang diperkirakan pada tahun 2005 ini mencapai jumlah 19 juta orang atau 8,5% dari penduduk (Dep.Sosial RI.,1996: 1 dan 6). Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, kondisi ini perlu diantisipasi agar para usia lanjut ini tetap sehat, sejahtera dan mandiri, sehingga tidak menjadi beban berat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Penerapan Metode Inkuiri Pada Mata Pelajaran Penjaskes Untuk Meningkatkan Teknik Bermain Bola Tangan Pada Siswa……….. Tahun Pelajaran.....

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar  Belakang Masalah
        Kualitas kehidupan bangsa sangat ditentukan oleh faktor pendidikan. Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, dan demokratis. Oleh karena itu, pembaharuan pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
        Kemajuan suatu bangsa hanya dapat dicapai melalui penataan pendidikan yang baik. Upaya peningkatan mutu pendidikan itu diharapkan dapat menaikkan harkat dan martabat manusia Indonesia. Untuk mencapai itu pendidikan harus adaptif terhadap perubahan zaman.

UPAYA PENGEMBANGAN PRESTASI OLAH RAGA BOLA VOLI MELALUI METODE CERAMAH PLUS PADA SISWA………… TAHUN PELAJARAN……
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar  Belakang Masalah
        Kegiatan olahraga yang dilakukan secara baik dan benar memiliki dampak positif dalam perkembangan siswa baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Karena kegiatan olahraga selain memberi manfaat kesehatan fisik juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan sosialisasi siswa di berbagai bidang.

Penerapan Metode Belajar Tuntas Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Mengarang Bahasa Indonesia Pada Siswa 
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di dalam pengajaran Bahasa Indonesia, ada tiga aspek yang perlu diperhatikan, yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotor. Ketiga aspek itu berturut-turut menyangkut ilmu pengetahuan, perasaan, dan keterampilan atau kegiatan berbahasa. Ketiga aspek tersebut harus berimbang agar tujun pengajaran bahasa yang sebenarnya dapat dicapai. Kalau pengajaran bahasa terlalu banyak mengotak-atik segi gramatikal saja (teori), murid akan tahu tentang aturan bahasa, tetapi belum tentu dia dapat menerapkannya dalam tuturan maupun tulisan dengan baik.

Pembelajaran Kontekstual Model Pengajaran Berbasis Masalah yang Efektif Dalam Meningkatkan Prestasi dan Penguasaan Materi Pelajaran IPA Pada Siswa

BAB I 
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembangunan Nasional di bidang pengembangan sumberdaya manusia Indonesia yang berkualitas melalui pendidikan merupakan upaya yang sungguh-sungguh dan terus-menerus dilakukan untuk mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya. Sumberdaya yang berkualitas akan menentukan mutu kehidupan pribadi, masyarakat, dan bangsa dalam rangka mengantisipasi, mengatasi persoalan-persoalan, dan tantangan-tantangan yang terjadi dalam masyarakat pada kini dan masa depan.

Peningkatan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Melalui Pembelajaran Kooperatif Model Think-Pair-Share Pada Siswa

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pada abad 21 ini, kita perlu menelaah kembali praktik-praktik pembelajaran di sekolah-sekolah. Peranan yang harus dimainkan oleh dunia pendidikan dalam mempersiapkan akan didik untuk berpartisipasi secara utuh dalam kehidupan bermasyarakat di abad 21 akan sangat berbeda dengan peranan tradisional yang selama ini dipegang oleh sekolah-sekolah.

Upaya Membantu Siswa Mengingat Kembali Materi Pelajaran Matematika Lewat Metode Belajar Aktif Model Meninjau Kembali Kesulitan Materi Pelajaran Pada Siswa
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Akhir dari rangkaian proses belajar mengajar adalah tes akhir suatu mata pelajaran yang dilakukan melalui tes formatif, tes akhir cawu, tes akhir semester atau tes ujian kenaikan kelas bagi siswa kelas enam sekolah dasar. Di dalam menghadapi tes ujian kenaikan kelas bagi siswa Kelas ………………. sekolah dasar perlu adanya refreshing terhadap materi ajar yang telah diterima oleh siswa selama mengikuti proses belajar mengajar.

Peningkatan Prestasi Belajar PKn melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Model Struktural pada Siswa  

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dalam dunia pendidikan paradigma lama mengenai proses belajar mengajar bersumber pada teori (atau lebih tepatnya asumsi) tabula rasa John Locke yang menyatakan bahwa pikiran anak seperti kertas kosong yang putih dan siap menunggu coretan-coretan gurunya. Dengan kata lain, otak seorang anak sepeti botol kosong yang siap diisi dengan segala ilmu pengetahuan dan kebikaksanaan sang mahaguru.

Metode Belajar Aktif Model Pengajara
n Terarah Dalam Meningkatkan Prestasi Dan Pemahaman Pelajaran IPS Pada Siswa
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam kegiatan belajar mengajar tidak semua anak didik mampu berkonsentrasi dalam waktu yang relatif lama. Daya serap anak didik terhadap bahan yang diberikan juga bermacam-macam, ada yang cepat, ada yang sedang, dan ada yang lambat. Faktor intelegensi mempengaruhi daya serap anak didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan oleh guru. Cepat lambatnya penerimaan anak didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan menghendaki pemberian waktu yang bervariasi, sehingga penguasaan penuh dapat tercapai.

Upaya Pembelajaran Terstruktur Dengan Pemberian Tugas dalam Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Pada Siswa Kelas

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kualitas pendidikan, sebagai salah satu pilar pengembangan sumberdaya manusia yang bermakna, sangat penting bagi pembangunan nasional. Bahkan dapat dikatakan masa depan bangsa bergantung pada keberadaan pendidikan yang berkualitas yang berlangsung di masa kini. Pendidikan yang berkualitas hanya akan muncul dari sekolah yang berkualitas. Oleh sebab itu, upaya peningkatan kualitas sekolah merupakan titik sentral upaya menciptakan pendidikan yang berkualitas demi terciptanya tenaga kerja yang berkualitas pula. Dengan kata lain upaya peningkatan kualitas sekolah adalah merupakan tindakan yang tidak pernah terhenti, kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi apapun.

Peningkatan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Dengan Menerapkan Model Pengajaran Tuntas Pada Siswa Kelas
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Menurut teori psikologi, anak yang rasional selalu bertindak sesuai tingkatan perkembangan umur mereka. Ia mengadakan reaksi-reaksi terhadap lingkungannya, atau adanya aksi dari lingkungan maka ia melakukan kegiatan atau aktivitas. Dalam pendidikan kuno aktivitas anak tidak pernah diperhatikan karena menurut pandangan mereka anak dilahirkan tidak lain sebagai “orang dewasa dalam bentuk kecil”. Ia harus diajarkan menurut kehendak orang dewasa. Karena itu ia harus menerima dan mendengar apa-apa yang diberikan dan disampaikan orang dewasa/guru tanpa dikritik. Anak tak obahnya seperti gelas kosong yang pasif menerima apa saja yang dituangkan ke dalamnya.

Peningkatan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam dengan Diterapkannya Metode Demonstrasi Pada Siswa Kelas

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah
Semua manusia di dalam hidupnya di dunia ini, selalu membutuhkan adanya suatu pegangan hidup yang disebut Agama. Mereka merasakan bahwa dalam jiwanya ada suatu perasaan yang mengakui adanya Dzat Yang Maha Kuasa, tempat mereka berlindung dan tempat mereka memohon pertolongan-Nya. Hal semacam ini terjadi pada masyarakat yang masih primitive maupun pada masayarakat yang sudah modern. Merka akan merasa tenang dan tenteram hatinya kalau mereka dapat mendekat dan mengabdikan diri kepeda Dzat Yang Maha Kuasa. Hal semacam ini memang sesuai dengan firman Allah dalam Surat Ar-Rad ayat 28, yang artinya, “Ketahuilah, bahwa hanya dengan ingat kepada Allah, hati akan menjadi tenteram.”

Meningkatkan Ranah Kognitif dan Afektif Peserta Didik Kelas X SMA X Pada Mata Pelajaran Sejarah Dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Dengan Model PA S A (Pictures and Student Active) 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Peranan pendidikan di Indonesia menjadi prioritas utama, secara jelas di dalam UUD 1945 pada pasal 31 ayat 2 menyebutkan bahwa pemerintah mengusahakan dan penyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan undang-undang sejarah, sejalan dengan hal tersebut GBHN 1988 dinyatakan peranan pendidikan nasional yang kaitannya dengan sejarah yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia, bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras. Selain itu yang perlu digaris bawahi adalah bahwa pendidikan nasional harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta tanah air (nasionalisme) dan mempertebal semangat kebangsaan (patriotisme).

Metode Pembelajaran Imajinatif dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Mengarang Bahasa Indonesia Pada Siswa
BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Di dalam pengajaran Bahasa Indonesia, ada tiga aspek yang perlu diperhatikan, yaitu aspek pengetahuan/kompetensi, skill dan sikap. Ketiga aspek itu berturut-turut menyangkut ilmu pengetahuan, perasaan, dan keterampilan atau kegiatan berbahasa. Ketiga aspek tersebut harus berimbang agar tujun pengajaran bahasa yang sebenarnya dapat dicapai. Kalau pengajaran bahasa terlalu banyak mengotak-atik segi gramatikal saja (teori), murid akan tahu tentang aturan bahasa, tetapi belum tentu dia dapat menerapkannya dalam tuturan maupun tulisan dengan baik.

Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Dengan Menerapan Model Pengajaran Kolaborasi Pada Siswa

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah
Di era globalisasi yang sedang berlangsung dewasa ini, Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut antara lain persaingan ketat dalam perdangan internasional sebagai konsekuensi pasar bebas di kawasan ASEAN dan Asia Pasifik. Hal tersebut telah menimbulkan berbagai masalah kehidupan, termasuk matinya produk-produk perdangan lokal, bahkan pabrik-pabrik teksil dalam negeri, karena tidak mampu bersaing dengan produk luar. Contohnya: kalau jalan-jalan ke swalayan, dapat kita saksikan berapa prosen produk dalam negeri yang dipasarkan, bahkan mencari jeruk Garut atau apel Malang saja sudah susah.
Menghadapi tantangan dan permasalahan tersebut, pendidikan harus berorientasi sesuai dengan kondisi dan tuntutan itu, agar output pendidikan dapat mengikuti perkembangan yang terjadi. Dalam kondisi ini, manajemen birokratik sentralistik yang telah menghasilkan pola penyelenggaraan pendidikan yang seragam dalam berbagai kondisi lokal yang berbeda untuk berbagai lapisan masyarakat yang berbeda, tidak bisa dipertahankan lagi. Dikatakan demikian, karena muatan dan proses pembelajaran di sekolah selama ini menjadi miskin variasi, berbasis pada standar nasional yang kaku, dan diimplementasikan di sekolah atas dasar petunjuk-petunjuk yang cenderung serba detail. Di samping itu, peserta didik dievaluasi atas dasar akumulasi pengetahun yang telah diperolehnya, sehingga orang tua tidak mempunyai variasi pilihan atas jasa pelayanan pendidikan bagi anak-anaknya, sumber-sumber pembelajaran di “dunia” nyata dan unggulan daerah tidak dimanfaatkan bagi kepentingan pendidikan di sekolah, dan lulusan hanya mampu menghafal tanpa memahami.

Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Dengan Metode Pembelajaran Penemuan Terbimbing Pada Siswa Kelas

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi tidak akan lepas dari perkembangan dalam bidang IPA. Perkembangan dari bidang IPA tidak mungkin terjadi bila tidak disertai dengan peningkatan mutu pendidikan IPA, sedangkan selama ini pelajaran IPA dianggap sebagai pelajaran yang sulit. Hal ini dapat dilihat dari Nilai mata pelajaran IPA yang rata-rata masih rendah bila dibandingkan dengan pelajaran lainnya. Ini Menunjukkan masih rendahnya mutu pelajaran IPA.

Labels: PTK IPA
METODE UMPAN BALIK DENGAN MENUMBUHKAN RASA SENANG DAN NYAMAN BELAJAR MATEMATIKA, SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA 

A. Latar Belakang Masalah
Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan berta.kwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sayangnya, untuk mencapai tujuan mulia tersebut masih ditemui banyak hambatan. Masalah pokok berkaitan dengan pendidikan yang banyak disoroti adalah soal rendahnya mutu pendidikan. Salah satu indikator rendahnya mutu pendidikan ditunjukkan oleh rendahnya prestasi belajar siswa di sekolah. Pada konteks pelajaran Matematika khususnya di Sekolah ……., rendahnya prestasi belajar tidak hanya pada aspek kemampuan untuk mengerti matematika sebagai pengetahuan, tetapi juga aspek rendahnya sikap terhadap matematika. Pada aspek sikap siswa, selama ini banyak siswa yang menganggap pelajaran Matematika sebagai momok yang menakutkan. Hal ini berkaitan dengan karakteristik Matematika yang abstrak, sehingga siswa kurang berminat terhadap pelajaran Matematika sehingga prestasi belajarnya rendah.

Mengembangkan Prestasi Olah Raga Bola Voley di Kelas Melalui Metode Eksperimen

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Banyak orang salah menafsirkan bahwa mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan di sekolah sama dengan proses penciptaan prestasi di bidang olah raga. Kesalahan tafsir ini menimbulkan kesalahan juga dalam metode atau cara mengajarkan pendidikan jasmani di sekolah. Padahal, antara pendidikan jasmani dan prestasi olah raga sama-sama memiliki metode dan target namun metode dan targetnya agak berbeda. Meski begitu, pendidikan jasmani bisa dijadikan sebagai awal dari dimulainya metode atau proses penciptaan sebuah prestasi olah raga di sekolah, yang boleh jadi bisa dilanjutkan menjadi sebuah proses penciptaan prestasi secara nasional.

( Dicopy oleh : agus.3108 )



funika Blibli terlengkap di Indonesia

MP3

Music and Entertainment

Hoby